Kabar gembira datang dari industri game lokal. Khuga Labs, studio IP dan game yang berbasis di Malang, Indonesia, baru saja mencatatkan prestasi monumental di kancah global. Mereka resmi diumumkan sebagai salah satu dari Top 50 startup global yang berhasil lolos dalam program akselerator Base Batches 002.
Pencapaian ini menempatkan Khuga Labs di jajaran elit, mengalahkan lebih dari 700 pendaftar dari seluruh dunia. Yang lebih membanggakan, Khuga Labs adalah satu-satunya startup asal Indonesia yang berhasil melaju ke tahap ini. Langkah selanjutnya? Mereka akan terbang ke Buenos Aires, Argentina, untuk berjuang memperebutkan total hadiah senilai USD 500.000, atau sekitar Rp7,8 miliar (asumsi kurs Rp15.600).
Ini adalah validasi nyata bahwa IP dan talenta game Indonesia mampu bersaing dan diakui secara global.
Khuga Labs, Studio Game dari Malang di Panggung Dunia
Gilang Gitarana, Founder & CEO Khuga Labs, akan menjadi perwakilan Indonesia yang membawa visi bisnis studio ini ke hadapan investor global di Base Demo Day. Event ini sendiri merupakan bagian dari rangkaian Devconnect 2025 di Buenos Aires.
Base Batches 002 bukanlah program biasa. Ini adalah inisiatif global yang didukung oleh Coinbase dan Base, jaringan Layer-2 Ethereum yang berfokus mendorong adopsi massal teknologi blockchain. Program ini secara spesifik menyeleksi startup yang membangun produk nyata di atas blockchain, termasuk di sektor gaming, social, dan creator economy.
Proses seleksinya sangat ketat; dari 700 lebih peserta global, hanya 50 startup terbaik yang mendapatkan undangan ke tahap akhir di Argentina. Lolosnya Khuga Labs membuktikan bahwa ekosistem dan produk yang mereka bangun dianggap relevan dan berpotensi besar oleh salah satu pemain terbesar di industri Web3 dunia.
Pembekalan Intensif Sebelum Bertanding
Sebelum melangkah ke panggung Demo Day, para finalis menjalani program intensif. Pada 4–7 November 2025, mereka berkumpul di Founder House by Base Asia, yang diadakan di Network School, Johor, Malaysia.
Program pembekalan ini sangat krusial. Para founder mendapatkan bimbingan langsung dari mentor global untuk menguatkan strategi bisnis mereka. Materi yang didalami meliputi pitching yang kuat, model bisnis yang solid, storytelling, dan strategi untuk global scaling.
Sekali lagi, Khuga Labs menonjol sebagai satu-satunya startup yang diundang dari Indonesia untuk program eksklusif ini. Hal ini menegaskan posisi mereka sebagai pelopor IP game lokal di arena global.
Mengenal Khuga Labs: Dari NFT Ethereum ke Ekosistem Game Lintas Media
Khuga Labs (PT. Tiga Kucing Digital) merupakan studio kreatif dan game berbasis IP yang berasal dari Malang. Visi utama mereka adalah membangun Khuga Ecosystem—sebuah dunia game, karakter, dan aset digital yang saling terhubung melalui blockchain.
Perjalanan mereka dimulai pada 2023 dengan peluncuran koleksi NFT “Khuga” di Ethereum. Koleksi yang berisi 5.555 karakter ini berhasil menarik perhatian komunitas Web3 global. NFT ini sukses mencatatkan volume perdagangan ratusan ETH di pasar sekunder.
Keberhasilan tersebut melahirkan Khugaverse, sebuah komunitas yang menjadi fondasi bisnis Khuga Labs hari ini24. Kini, IP Khuga berkembang menjadi ekosistem yang multi-platform, meliputi:
- Khuga Bash: Game aksi kasual yang telah tersedia di Steam.
- Khuga Rumble Arena: Game kompetitif berbasis fisika dengan elemen Web3, direncanakan rilis secara global dalam waktu dekat.
- Miawwhalla: Mini-game berbasis Telegram yang berfungsi sebagai alat onboarding pemain baru ke Khugaverse.
Mereka mengusung filosofi fun-first gameplay with real utility. Pendekatan ini menunjukkan bahwa teknologi blockchain digunakan sebagai lapisan pendukung untuk pengalaman bermain yang lebih berarti dan berkelanjutan, bukan sekadar fitur utama untuk jualan.
Figur Kunci di Balik Sukses Khuga Labs
Di balik layar, terdapat Gilang Gitarana, seorang game developer yang telah berkecimpung di industri selama lebih dari 14 tahun. Gilang dikenal karena menjadi bagian dari tim inti pengembang DreadOut, IP horor Indonesia pertama yang mendunia dan diadaptasi menjadi film layar lebar.
Dengan pengalaman tersebut, Gilang membawa visi baru ke dalam Khuga Labs: “Kami memulai dari komunitas NFT kecil di Ethereum, membangun karakter dan cerita yang dicintai. Sekarang, kami memperluasnya menjadi game, ekonomi, dan pengalaman digital yang bisa dirasakan semua orang baik pemain Web2 maupun Web3,” jelasnya.
Ia akan menjadi representasi tunggal dari Asia Tenggara di Base Demo Day, memperkenalkan Khuga sebagai bukti nyata bahwa IP lokal mampu bersaing di kancah global dengan memanfaatkan blockchain.
Implikasi bagi Industri Game Indonesia
Keberhasilan Khuga Labs ini memiliki makna penting bagi industri game dan Web3 di Indonesia.
Pertama, ini adalah proof of concept bahwa produk yang berakar dari komunitas dan IP kuat di Indonesia bisa diakui oleh raksasa teknologi global. Lolosnya Khuga ke program yang diinisiasi Coinbase ini memberikan validasi kredibel, yang sering kali sulit didapatkan oleh developer di Asia Tenggara.
Kedua, melalui Khuga Labs, Gilang Gitarana menunjukkan bahwa fokus utama harus tetap pada kualitas gameplay dan IP. Blockchain hanyalah alat. Pendekatan ini dapat menjadi standar baru bagi developer game Web3 Indonesia untuk menghindari jebakan “ekonomi sebelum fun” yang sering membuat game Web3 gagal bertahan lama.
Gilang menegaskan ambisinya bukan sekadar menang: “Ini bukan hanya tentang memenangkan kompetisi, tapi tentang menunjukkan bahwa IP dari Indonesia bisa tumbuh menjadi global franchise dengan kekuatan komunitas dan teknologi. Kami ingin membawa nama Indonesia ke ekosistem Web3 dunia,”.
Lolosnya Khuga Labs ke Top 50 Base Batches 002 adalah tonggak sejarah bagi industri game Indonesia.
Studio asal Malang ini telah membuktikan kualitas IP dan strateginya di hadapan ratusan pesaing global. Kini, seluruh mata tertuju ke Argentina. Mari kita dukung Gilang Gitarana saat ia membawa nama Indonesia dan berjuang merebut total hadiah Rp7,8 Miliar.
Ikuti terus liputan TombolStart.com untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai perjalanan Khuga Labs di Base Demo Day Argentina!
