MALANG, 21 Januari 2026 – Nortis AI Academy sukses menyelenggarakan Nortis Jam #01 bertajuk “Trend AI for Business 2026” yang digelar pada Senin, 20 Januari 2026, secara daring melalui platform Zoom dan live streaming Youtube. Kegiatan ini berlangsung selama dua jam dan diikuti lebih dari 80 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelaku UMKM, startup founder, hingga profesional dari berbagai kota di Indonesia.
Acara ini dimoderatori langsung oleh M. Ziaelfikar Albaba (CEO Nortis AI) yang memiliki track record panjang dalam implementasi AI untuk berbagai skala bisnis. Sharing session ini menghadirkan tiga narasumber praktisi AI berpengalaman: Ardi Imawan (CTO DOT Indonesia AI), Rahmat Anggara (CEO Qasir.id), dan Aditya Rachmadi (CEO Bikin Rindu).
Bukan sekadar teori, sharing session ini langsung membedah strategi konkret yang dapat diterapkan peserta dari otomasi proses bisnis, personalisasi customer experience pakai AI, sampai cara membuat keputusan bisnis yang lebih akurat dengan predictive analytics. Semua dibahas dengan bahasa yang aplikatif dan relevan dengan kondisi pasar Indonesia saat ini.
“Tahun 2026 adalah momentum kritis bagi ekosistem bisnis Indonesia. Kami di Nortis AI percaya bahwa kecepatan adaptasi teknologi AI akan menentukan siapa yang bertahan dan siapa yang tertinggal. Melalui Nortis Jam ini, kami tidak hanya berbagi pengetahuan, tetapi membangun komunitas pelaku bisnis yang siap bertransformasi bersama,” ujar M. Ziaelfikar Albaba, CEO Nortis AI, saat membuka acara.
Ardi Imawan dari DOT Indonesia AI menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam implementasi AI. “Teknologi AI bukanlah ancaman yang akan menggantikan peran manusia secara total. Justru, AI dirancang untuk menjadi partner kerja yang memperkuat kemampuan kita. Tugas kita adalah memastikan teknologi ini digunakan untuk membebaskan manusia dari pekerjaan repetitif sehingga bisa fokus pada hal-hal yang lebih strategis dan kreatif,” ujarnya saat menyampaikan materi.

Dari sisi praktis, Rahmat Anggara, CEO Qasir.id yang fokus melayani sektor UMKM, memberikan perspektif implementasi nyata. “UMKM Indonesia tidak boleh merasa bahwa AI adalah teknologi yang terlalu mahal atau rumit. Dengan tools yang tepat dan pemahaman yang cukup, bahkan warung kecil sekalipun bisa memanfaatkan AI untuk mengelola stok, memahami pola pembelian pelanggan, dan meningkatkan penjualan. Inilah yang membuat bisnis kecil kita mampu bersaing di era digital,” ujar Angga.
“Bikin bisnis pakai AI itu bukan sekadar ikut tren, tapi juga harus cepat dan terukur. Dengan strategi yang tepat, AI bisa jadi akselerator nyata buat pertumbuhan bisnis,” ujar Aditya Rachmadi dari Bikin Rindu saat menyampaikan materinya.
Yang menarik, antusiasme peserta terlihat jelas dari banyaknya pertanyaan yang masuk saat sesi diskusi. Para peserta aktif bertanya soal implementasi praktis AI dalam bisnis mereka. Diskusi menjadi sangat interaktif karena para pembicara tidak hanya memberikan jawaban teoritis, tetapi langsung membagikan pengalaman nyata mereka.
“Kami ingin mengajak para leader dan pebisnis untuk melihat peluang nyata di balik AI. Di sini kami bahas strategi konkret yang bisa langsung diterapkan, bukan sekadar prediksi atau teori. Respons yang luar biasa dari peserta membuktikan bahwa awareness terhadap transformasi digital memang sudah matang di Indonesia,” ujar Ginny.
Peserta sharing session yang hadir tidak pulang dengan tangan kosong. Mereka mendapat berbagai benefit eksklusif, seperti akses ke komunitas praktisi AI Nortis Academy, di mana mereka bisa terus belajar dan networking dengan sesama pelaku bisnis yang sedang mengadopsi AI. Selain itu, semua peserta juga mendapat e-certificate resmi yang dapat memperkuat portofolio profesional mereka.
“Saya sangat tertarik mengikuti program ini karena materinya sangat relevan dengan kecanggihan AI dan dampaknya dalam berbagai aspek kehidupan. Saya bahkan menyarankan agar durasi penyampaian materi diperpanjang karena pembahasan yang diberikan begitu mendalam dan aplikatif,” ujar Geraldina Ketrin, peserta dari Institut Asia Malang.
Sentimen positif juga datang dari Intan Bekti Julianti yang mengapresiasi format kegiatan ini. “Alangkah baiknya jika kegiatan Zoom seperti ini dapat diadakan kembali secara gratis untuk menjangkau lebih banyak peserta. Program seperti ini sangat membantu kami yang ingin belajar AI, tetapi terkendala akses,” ujar Intan.
Acara ini semakin menegaskan posisi Nortis AI Academy sebagai platform edukasi yang serius menjembatani gap antara pengetahuan AI dan aplikasi praktisnya di industri. Para peserta mendapat perspektif lengkap tentang bagaimana AI bisa menjadi game changer yang mengubah fundamental cara kerja bisnis, meningkatkan efisiensi operasional, dan membuka peluang revenue baru yang sebelumnya belum terpikirkan.

