Kalau biasanya game simulasi ngajak kamu jadi petani, barista, atau pengusaha restoran, kali ini ada sesuatu yang jauh lebih nyeleneh. Me The Gravekeeper, game lokal Indonesia buatan Kajewdev, hadir dengan ide gila: kamu jadi penjaga kuburan! Kedengarannya dark? Memang.
Tapi justru di tangan developer kreatif, konsep ini berubah jadi unik, fresh, dan surprisingly fun. Game ini masih berstatus coming soon di Steam, tapi sejak diumumkan sudah berhasil bikin banyak gamer penasaran. Kalau kamu suka simulasi dengan twist out of the box, game ini jelas wajib kamu tunggu.
Dari Kuburan Biasa Jadi Properti Bernilai

Kamu bakal main sebagai penerus kakek yang sudah lama jadi penjaga kuburan. Tugas utamamu jelas: gali tanah, angkut mayat, dan pastikan setiap jasad dapat tempat peristirahatan yang layak. Tapi Me The Gravekeeper bukan cuma soal kerja fisik, ada juga elemen manajemen yang bikin kamu harus mikir strategi.
Di game ini kamu bisa rekrut pegawai supaya kerjaan lebih ringan atau fokus mempercantik area kuburan. Tambahkan pagar, lampu, bahkan patung supaya kuburan terlihat mewah. Semakin indah desainnya, makin tinggi pula nilai jualnya.
Gameplay Simulasi dengan Sentuhan Dark Humor

Yang bikin game ini stand out adalah perpaduan antara aktivitas serius dan humor gelap yang ringan. Misalnya, kalau kuburan sudah penuh, kamu nggak perlu panik. Tunggu saja jasad membusuk, bersihkan lahannya, lalu jual lagi tanahnya untuk penghuni baru praktik daur ulang versi absurd!
Baca Juga! Teller’s Duty: Game Lokal Indonesia Simulasi Absurd dengan Sentuhan Dystopian dan Point & Click
Selain itu, ada juga opsi usaha sampingan yang bikin ceritanya makin kocak. Bunga liar yang tumbuh di sekitar kuburan bisa kamu petik dan jual di toko bunga. Jadi, selain jadi penjaga makam, kamu juga bisa merangkap sebagai pebisnis bunga.
Kakek Sebagai Mentor yang Bijak

Cerita game ini nggak bikin kamu langsung dilepas begitu saja tanpa arah. Karakter kakek hadir sebagai mentor, ngajarin kamu cara gali kubur, mengelola lahan, sampai merintis bisnis sampingan. Hubungan ini bikin cerita lebih personal dan hangat.
Lewat karakter kakek, kamu jadi merasa bener-bener meneruskan warisan keluarga. Transisi dari sekadar simulasi kerja kasar ke pengalaman emosional terasa halus banget. Ada narasi yang mengikat pemain, bukan sekadar klik-klik mekanik.
Visual Cozy di Tengah Kuburan
Meski temanya kuburan, visual Me The Gravekeeper sama sekali nggak horor. Justru art style-nya cenderung cozy dengan nuansa kartun yang ramah di mata. Jadi kalau kamu tipe gamer yang gampang takut, tenang saja game lokal Indonesia ini lebih santai ketimbang kelihatannya.
Detail kecil juga bikin dunia game terasa hidup. Mulai dari dekorasi kuburan, bunga yang tumbuh liar, sampai interaksi dengan lingkungan sekitar, semua elemen ditata dengan rapi. Atmosfernya pas buat gamer yang suka simulasi santai tapi tetap pengen ada kedalaman gameplay.
Game Lokal Indonesia yang Beda Kelas

Kalau ngomongin game lokal Indonesia, biasanya kita ketemu genre RPG, platformer, atau visual novel. Jarang banget ada yang berani bikin simulasi ngurus kuburan jadi seru. Inilah yang bikin Me The Gravekeeper terasa fresh dan berbeda.
Developer Indonesia sekali lagi membuktikan kalau kreativitas itu nggak ada batasnya. Bahkan area pemakaman pun bisa berubah jadi arena permainan penuh humor. Game ini nunjukkan kalau satir dan ide absurd bisa jadi daya tarik yang kuat, bahkan untuk pasar global.
Respon Publik dan Harapan Gamer

Walaupun review resmi belum keluar karena game ini belum rilis, konsepnya sudah bikin gamer heboh. Banyak yang nyebut game ini sebagai “Stardew Valley, but cemetery edition.” Ada juga yang berharap game ini jadi hidden gem baru dari industri kreatif lokal.
Baca Juga! Loading Story: Game Lokal Indonesia Naratif dengan Cerita Menarik dan Interaktif
Kalau lihat kombinasi manajemen, simulasi, dan dark comedy, potensi game ini memang gede banget. Bahkan beberapa forum gamer luar negeri mulai ngelirik, sama kayak saat Bakso Simulator pertama kali viral. Buat developer lokal, ini sinyal positif kalau ide berani bisa diterima pasar global.
Kenapa Wajib Masuk Wishlist?
Kalau kamu udah bosan dengan game simulasi yang itu-itu aja, Me The Gravekeeper bisa jadi jawaban. Ada gameplay yang lengkap, cerita personal lewat sosok kakek, dan visual cozy yang bikin betah. Semua dibungkus dalam konsep yang jarang banget ditemui.
Dan jangan lupa ini karya anak bangsa. Main game ini berarti kamu juga ikut dukung perkembangan industri game lokal Indonesia. Jadi, selain fun, ada rasa bangga tersendiri saat main.
Dari Kuburan Lahir Hiburan
Di tangan developer kreatif, sesuatu yang kelihatannya suram bisa berubah jadi hiburan. Me The Gravekeeper adalah bukti nyata kalau inovasi bisa lahir dari ide nyeleneh. Dark? Yes. Fun? Definitely!
Kalau kamu penasaran, langsung aja siapin wishlist Steam kamu sekarang juga. Jangan cuma denger ceritanya rasain sendiri chaos sekaligus keseruannya. Yuk, cobain gamenya ini di Steam dan buktikan kalau ngurus kuburan bisa jadi pengalaman paling unik di hidupmu.
Sumber Referensi:
- Kajewdev – Pengembang Game
- Halaman steam Me The Gravekeeper
- Gameplay Me The Gravekeeper
