Halo peminat game Indonesia. Di tahun 2026 nanti, kabarnya kita akan kedatangan game baru buatan anak bangsa yang paling ditunggu-tunggu oleh para gamers. Para gamers menggadang-gadang Agni: Village of Calamity, garapan Separuh Interactive, sebagai game dengan grafis yang memukau dan cerita yang bikin merinding. Separuh Interactive ingin menjadikan Agni: Village of Calamity sebagai proyek ambisius untuk para pecinta game.
Dari trailer yang dirilis, Agni: Village of Calamity menyajikan visual yang setara game-game triple A. Gambaran karakter detail dan latar yang realistis, gelap, dan menyeramkan. Cerita yang dibawa juga akan seru dengan mengambil tema horor yang dibalut dengan investigasi ala detektif. Dengan semua elemen tersebut, Agni: Village of Calamity menjadi salah satu game Indonesia yang layak untuk dinanti.
Mencari yang Hilang


Dari sudut pandang Agni, seorang penyidik dari unit polisi rahasia Indonesia, game ini bakal ajak kita masuk ke dalam pusaran kegilaan. Cerita dimulai saat Agni nggak ngikutin perintah atasannya dan malah menuju Desa Purba – sebuah desa terpencil yang angker, penuh rumor seram dan takhayul. Semua ini Agni lakukan untuk mencari adiknya, Lila, yang hilang tanpa jejak. Penduduk asli udah pada minggat dari desa ini dari dulu. Siapa pun yang masih ingat tentang desa ini, cuma berani bicara secara bisik-bisik.
Baca Juga! Project Karecok: Game Lokal Indonesia Bergaya Soulslike yang Angkat Kisah Berdarah Singosari
Misi penyelamatan berubah jadi mimpi buruk yang nyata. Agni bukan cuma harus hadapi hal-hal yang nggak ia pahami, tapi juga berjuang melawan rasa bersalah, kesedihan, dan keyakinannya yang mulai runtuh. Segala pelatihannya sebagai penyidik jadi kayak nggak guna di tempat seperti ini. Desa Purba ternyata bukan cuma terkutuk – tapi juga seolah “hidup”. Di sini, pemain bakal pelan-pelan ungkap masa lalu Agni dan kebenaran di balik hilangnya Lila. Tapi hati-hati, beberapa jawaban bisa terlalu mengerikan untuk diketahui, dan beberapa kebenaran bisa jungkirbalikkan semua yang selama ini Agni percayai.
Visual Memukau dan Musik yang Bikin Merinding

Agni: Village of Calamity nggak main-main soal tampilan. Meski game indie, penampilannya nggak kalah keren kayak game AAA. Separuh Interactive pake teknologi motion capture buat ngasih nyawa ke animasi karakter dan ekspresi wajah, bikin setiap adegan terasa lebih hidup dan emosional.
Baca Juga! Undying Flower: Perjalanan Emosional di Dunia Ingatan – Game Lokal Indonesia yang Menyentuh
Kabut terus bergulung di jalanan desa yang sempit, cahaya lentera redup berkedip dari jendela-jendela pecah, dan setiap bayangan kayak bergerak kalau nggak kita lihat langsung. Pencahayaan di sini bagian dari gameplay, bukan sekadar hiasan. Kegelapan bikin kita harus hati-hati, merasa selalu waspada, dan takut sama sesuatu yang mungkin mengintai di balik pandangan. Semuanya terasa kayak mimpi buruk sinematik yang nyata.
Mekanik Ala Game Horror Klasik


Kalau kamu fans serial Resident Evil atau Silent Hill, Agni: Village of Calamity bakal terasa familiar. Gameplay-nya setia sama akar survival horror, dengan ritme yang sengaja dibuat pelan dan penuh ketegangan. Kamu bakal jelajahi dunia game dari sudut pandang orang ketiga, dengan kombinasi kamera bebas dan sudut tetap yang bikin setiap langkah terasa cinematik. Jelajahi setiap sudut desa dengan hati-hati – selesaikan teka-teki, cari item penting, dan periksa benda-benda yang bisa kasih petunjuk soal sejarah Desa Purba.
Baca Juga! Nightmare (Incubo): Perjalanan Gelap Seorang Anak di Dunia Mimpi
Pertarungan di sini minimal tapi penuh arti. Kamu bisa kalahkan beberapa musuh dengan senjata yang kamu punya. Tapi masalah tidak akan berhenti. Sebuah bisikan peringatan mengenalkan entitas yang nggak terkalahkan bernama “Algojo”, yang bakal kejar-kejaran pemain sepanjang game. Lari terlalu kencang atau ribut waktu lawan musuh bisa tarik perhatiannya. Kalau dia muncul, kamu harus cepat-cepat sembunyi atau kabur, karena hadapin dia berarti pasti mati. Mekanik ini maksa kamu buat selalu mikir, planning, dan lari.
Siap-Siap Merinding!
Agni: Village of Calamity nggak andelin jumpscare murahan atau plot horor yang udah basi. Sebaliknya, game ini bangun atmosfer lewat budaya, psikologi, dan ketegangan yang benar-benar terasa. Buat yang pengen pengalaman horor yang lebih dalam dari sekadar darah dan monster, game ini nawarin sesuatu yang langka: game horor yang menghargai kecerdasan kamu dan bikin merinding sampai setelah kamu matiin konsol. Jangan lupa masukin ke wishlist-mu ya! Agni: Village of Calamity segera rilis di Steam. Jangan lupa untuk taruh di Wishlist untuk petualangan seram di tempat terkutuk.
